Rabu, 27 Mei 2015

Jas Merah Kampus Putih

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)


Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berdiri pada tahun 1964 . UMM merupakan salah satu universitas yang tumbuh cepat, sehingga oleh PP Muhammadiyah diberi amanat sebagai perguruan tinggi pembina untuk seluruh PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) wilayah Indonesia Timur. Program-programyang didisain dengan cermat menjadikan UMM sebagai “The Real University”, yaitu universitas yang benar-benar universitas dalam artian sebagai institusi pendidikan tinggi yang selalu komit dalam mengembangkan Tri Darma Perguruan Tinggi.



Pada sekarang ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menempati 3 lokasi kampus, yaitu kampus I di jalan benduangn bandung, kampus dua di sumbersari dan kampus tiga di tegal gondo. Kampus satu yang merupakan cikal bakal UMM, dan sekarang ini dikonsentrasikan untuk program pasca sarjana. Sedangkan kampus II yang dulu merupakan pusat kegiatan utama , sekarang di konsentrasikan sebagai kampus fakultas kedokteran dan program D3 akademi perawat. Sedangkan kampus III sebagai kampus terpadu dijadikan sebagai pusat sari seluruh aktivitas.


Fakultas-Fakultas
Pada awal berdiri, UMM baru membuka beberapa fakultas, yaitu fakultas Hukum, Ekonomi dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta jurusan Ilmu Agama (Cabang dari FAI Universitas Muhammadiyah Jakarta). Seiring dengan berjalannya waktu dan tuntutan jaman, maka UMM telah membuka fakultas-fakultas lain, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Pertanian, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Psikologi, Kedokteram, Program D3 Keperawatan dan Program Pasca Sarjana yang masing-masing mengembang beberapa jurusan.


Mahasiswa
Saat ini UMM mendidik tidak kurang dari 23.700 mahasiswa dari seluruh penjuru tanah air, mulai dari NAD hingga Papua. Jumlah tersebut termasuk mahasiswa luar negeri, yaitu dari Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Australia dan Timor Leste. Mereka mempunyai latar belakang umur, budaya, suku ras, agama, kondisi sosial dan asal SLTA yang berada. Sehingga, menampak gerbang UMM ibarat masuk ke dalam “Dunia Mini” tempat berinteraksi antar individu dan komunitas yang beragam latar belakangnya.


Dosan dan Staff Teknis
Di bidang akademik, Umm terus mengembangkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pendidikan, penelitian yang berstandar internasional serta didukung dosen yang qualified. Hal ini dilakukan, karena UMM telah bertekad menjadi The Real University. Saat ini, UMM mempunyai staf pengajar tidak kurang 750 orang dengan kualifikasi pendidikan hampir 80% lulusan S2, 15% S3 dan Guru Besar sedangkan sisanya masih lulusan S1 dari berbagai PT dalam dan luar negeri. Selain itu UMM juga didukung oleh ratusan staf administrasi, teknisi dan laboran yang masing-masing ahli di bidangnya. Untuk meningkatkan Skill dan kualitas SDM, UMM secara berkala mengirimkan dosen dan staf teknis ke luar negeri untuk mempelajari dan mendalami ilmu dan pengetahuan di semua bidang.


Pada Tahun 2008, kampus UMM menjadi 10 besar kampus terunggul di Indonesia versi majalah Globe Asia


Alamat Kampus :

* Kampus I : Jl. Bandung 1, Malang 65113, Jawa Timur,
* Telepon : (0341) 551253,
* Faksimili : (0341) 562124

* Kampus II : Jl. Bendungan Sutami 188, Malang 65145, Jawa Timur,
* Telepon : (0341) 551149,
* Faks.: (0341) 582160

* Kampus III: Jl. Raya Tlogomas 246, Malang 65114, Jawa Timur,
* Telepon : (0341) 463513,
* Faksimili : (0341) 460782

Email : webmaster@unix.umm.ac.id, ppmb@mail.umm.ac.id

Website : http://www.umm.ac.id

Sumber : http://www.umm.ac.id

Kalimantan Selatan Bungas


Provinsi Kalimantan Selatan, dengan Ibukota Banjarmasin. Memiliki 11 Kabupaten dan 2 Kota. Hari jadinya tanggal 14 Agustus 1950. Masyarakat Kalimantan Selatan disebut “Urang Banjar”. Provinsi Kalimantan Selatan juga memiliki hewan asli yaitu Bekantan.
Dengan banyaknya kota yang terdapat di Kalimantan Selatan atau yang biasa disebut Kal-Sel ini, provinsi ini banyak memiliki berbagai macam budaya dan makanan khas. Seperti, Baayun Anak (Baayun Mulud), Madihin, dan Musik Panting. Tidak hanya itu, makanan khas Kalimantan Selatan juga terkenal dengan kelejatannya. Seperti, Soto Banjar, Katupat Kandangan, dan Apam Barabai.
Baiklah, disini saya mau membahas budaya dan makanan khas banjar yang saya tuliskan diatas tadi.
1. Baayun Anak (Baayun Mulud)
Baayun Mulud
Baayun Mulud adalah salah satu tradisi masyarakat Banjar yang ramai dilakukan pada saat bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Upacara ini dilakukan di dalam masjid, pada ruangan tengah masjid dibuat ayunan yang membentang pada tiang-tiang masjid. Ayunan yang dibuat ada tiga lapis, lapisan atas digunakan kain sarigading (sasirangan), lapisan tengah kain kuning (kain belacu yang diberi warna kuning dari sari kunyit), dan lapisan bawah memakai kain bahalai (kain panjang tanpa sambungan jahitan).
Pada bagian tali ayunan diberi hiasan berupa anyaman janur berbentuk burung-burungan, ular-ularan, katupat bangsur, halilipan, kambang sarai, rantai, hiasan-hiasan mengunakan buah-buahan atau kue tradisional seperti cucur, cincin, kue gelang, pisang, kelapa, dan lain-lain.
http://kerajaanbanjar.wordpress.com/2007/04/01/upacara-baayun-mulud/
2. Musik Panting
Panting
Panting

Panting merupakan alat musik yang dipetik yang berbentuk seperti gambus Arab tetapi ukurannya lebih kecil. Pada waktu dulu musik panting hanya dimainkan secara perorangan atau secara solo. Karena semakin majunya perkembangan zaman dan musik Panting akan lebih menarik jika dimainkan dengan beberapa alat musik lainnya, maka musik panting sekarang ini dimainkan dengan alat-alat musik seperti babun, gong,dan biola dan pemainnya juga terdiri dari beberapa orang. Nama musik panting berasal dari nama alat musik itu sendiri, karena pada musik Panting yang terkenal alat musiknya dan yang sangat berperan adalah Panting, sehingga musik tersebut dinamai musik panting.
3. Madihin


Madihin merupakan genre/jenis puisi rakyat anonim berbahasa Banjar yang bertipe hiburan. Madihin dituturkan di depan publik dengan cara dihapalkan (tidak boleh membaca teks) oleh 1 orang, 2 orang, atau 4 orang seniman Madihin (bahasa Banjar Pamadihinan).
Biasanya, kesenian madihin dimainkan pada malam hari, namun di masa sekarang juga dapat lakukan di siang hari sesuai permintaan. Madihin biasanya dimainkan selama 1 sampai 2 jam. Jika dahulu madihin biasa dilakukan di tempat terbuka, seperti halaman atau lapangan yang luas, dengan panggung ukuran 4×3 meter, sekarang madihin sering dipertunjukkan di dalam gedung pertunjukan.
Makanan khas Kal-Sel memiliki cita rasa yang unik dan enak. Dalam bahasa banjar enak adalah nyaman. Jadi, makanan banjar bilang nyaman banar.
1. Soto Banjar
Soto Banjar
Soto Banjar adalah soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan utama ayam dan beraroma harum rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, dan cengkeh. Soto berisi daging ayam yang sudah disuwir-suwir, dengan tambahan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat.
Seperti halnya soto ayam, bumbu soto Banjar berupa bawang merah, bawang putih dan merica, tapi tidak memakai kunyit. Bumbu ditumis lebih dulu dengan sedikit minyak goreng atau minyak samin hingga harum sebelum dimasukkan ke dalam kuah rebusan ayam. Rempah-rempah nantinya diangkat agar tidak ikut masuk ke dalam mangkuk sewaktu dihidangkan.
Penjual soto Banjar menyajikan sate ayam sebagai menu pendamping. Nasi sop adalah sebutan untuk soto Banjar yang dikuahkan ke sepiring nasi dan tidak berisi ketupat.
2. Ketupat Kandangan
Katupat Kandangan
Ketupat Kandangan (Katupat Kandangan) merupakan kuliner khas yang berasal dari daerah Kandangan, Kalimantan Selatan. Seperti ketupat pada umumnya, bahan untuk membuat ketupat berasal dari beras. Perbedaan ketupat Kandangan dengan jenis ketupat lainnnya adalah penggunaan ikan gabus (haruan) sebagai menu pelengkap. Ikan gabus sebelumnya harus di panggang dulu sebelum direbus menggunakan santan.Kemudian, Ikan Gabus beserta kuahnya disiramkan ke ketupat. Kuliner ini dapat dimakan untuk makan pagi, siang atau malam.
Ketupat disiram dengan kuah bersantan yang diracik dari bumbu-bumbu tradisional seperti kayu manis, pala, cengkih, dan kapulaga. Kuah agak kental dengan rasa yang sangat khas gurih. Untuk bersantap biasanya ada sepotong ikan asap. Ikannya bisa gurame, patin, atau gabus.
3. Apam Barabai
Apam Barabai
Apam Barabai merupakan kue khas daerah Barabai. Kue yang berbentuk seperti lembaran ini, memiliki kulit yang tebal dan memiliki rasa yang manis dan gurih. Apam Barabai dibuat dari Galapung (beras yang dijadikan tepung), gula merah, tapai gumbili (tape singkong), dan ragi.
Apam Barabai merupakan icon dari daerah Barabai, Hulu Sungai Selatan. Jadi, bila tidak makan apam Barabai, itu artinya kita belum ke Barabai.
Masih banyak budaya dan masakan khas Kal-Sel. Tetapi, yang saya tuliskan diatas tadilah yang saat ini masih sering dilakukan oleh masyarakat Banjar. Tetap cintai budaya daerah asal kita.
Motto masyarakat Banjar (urang Banjar), ” Waja Sampai Kaputing”. Yang artinya, Tetap bersemangat dan kuat seperti baja dari awal sampai akhir.
Sumber: Kalimantan Selatan